Sekolah Siaga Kependudukan di Nganjuk: Inovasi Pendidikan yang Integrasikan Kesehatan Masyarakat, Pertanian, dan Kesehatan Mental Siswa

Gobang, Nganjuk – SMP Islam Plus An Nahdliyah Gobang, sebuah sekolah di Dusun Gobang, Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan berkat program inovatifnya. Sebagai sekolah penggagas Laboratorium Kependudukan dan penerima penghargaan, sekolah ini aktif mengimplementasikan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang melibatkan siswa secara langsung dalam pelayanan masyarakat. 

Melalui program SSK, siswa duta SSK dan guru pembimbing turun langsung membantu kader Posyandu. Mereka mencatat data, memberikan penjelasan kepada ibu-ibu dan lansia, mendengarkan arahan kader, serta membantu pelayanan langsung. Kegiatan ini menjadi praktik nyata di luar kelas, membangun empati dan kepedulian siswa terhadap isu kependudukan seperti pencegahan stunting dan pernikahan dini. Sekolah bahkan memproduksi nugget tempe sebagai makanan bergizi tambahan untuk dibawa ke Posyandu, mendukung pencegahan kurang gizi pada balita dan lansia. 

Selain SSK, sekolah mendorong inovasi siswa di bidang pertanian. Proyek Suryabhumi merupakan perangkap hama bawang merah berbasis panel surya. Alat ini menggunakan sensor cahaya bertenaga surya yang otomatis menyala saat gelap, memancing serangga hama masuk ke jebakan. Solusi ramah lingkungan ini mengurangi ketergantungan petani pada insektisida kimia, mendukung pertanian berkelanjutan di daerah penghasil bawang merah. Ada pula E-Wing (Early Warning Fungus Infection Gokil), proyek deteksi dini penyakit moler akibat jamur Fusarium sp. pada bawang merah menggunakan data tanah, membantu petani lokal secara nyata. 

Tak hanya fokus pada isu sosial dan pertanian, sekolah juga sangat memperhatikan kesehatan mental siswa. Setiap Sabtu digelar Fun Learning yang melibatkan guru dan siswa bersama dalam kegiatan memasak (cooking), berenang (swimming), dan bermain gamelan. Kegiatan ini bertujuan meredam stres dan kecemasan akibat tekanan akademik, sekaligus memperkuat ikatan sosial antar siswa dan guru. Pendekatan ini sejalan dengan semangat kebersamaan yang menekankan nilai kemanusiaan, empati, dan kreativitas. 

Dalam salah satu kegiatan SSK yang terekam, siswa terlihat antusias membantu di Posyandu Mawar Biru Nglinggo, melayani masyarakat dengan penuh semangat. Kepala sekolah Bapak Dian Wijaya, S.Si., M.Pd.  menyatakan bahwa penghargaan dari Kementerian Dukcapil memacu Duta SSK untuk terus aktif. Program-program ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga membentuk siswa yang peduli lingkungan, kreatif, dan sehat secara mental. Saat ini kependudukan juga sudah terintegrasi dalam Pembelajaran di SMP Islam Plus An Nahdliyah Gobang.

Meski masih memiliki kekurangan, semangat sekolah ini patut diapresiasi. Dengan menggabungkan kurikulum Merdeka yang fleksibel, proyek berbasis masalah nyata, dan perhatian pada kesejahteraan siswa, SMP Islam Plus An Nahdliyah Gobang menunjukkan model pendidikan holistik yang relevan di pedesaan Indonesia. Harapannya, inisiatif semacam ini dapat menginspirasi sekolah lain untuk lebih berorientasi pada dampak sosial dan pembangunan berkelanjutan


Posting Komentar untuk " Sekolah Siaga Kependudukan di Nganjuk: Inovasi Pendidikan yang Integrasikan Kesehatan Masyarakat, Pertanian, dan Kesehatan Mental Siswa "

DomaiNesia